
Terus berupaya memberdayakan perempuan, Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggandeng Cahaya Ladara Nusantara (CLN) menggelar pelatihan kuliner untuk para ibu rumah tangga dengan tajuk “Sarapan Viral: Sushi dan Onigiri” di EST Jakarta, Jalan Cililitan Besar, Makasar, Jakarta Timur pada Minggu (9/11).
Dalam pelatihan ini, 50 peserta yang merupakan ibu rumah tangga dari berbagai wilayah di Jakarta dilatih membuat dua menu sarapan praktis dan populer khas Jepang, yakni sushi dan onigiri. Kedua makanan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai rumah tangga karena cukup banyak diminati dari berbagai kalangan.
Selain itu, alasan mengapa dipilihnya dua menu tersebut karena bahan-bahannya yang murah, mudah diperoleh, serta dapat dimodifikasi sesuai selera pasar.
Sandiaga Uno selaku Founder YIS mengungkap bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar dapat lebih mandiri dan memiliki kesetara secara ekonomi.
“Kami ingin membantu menghilangkan stigma bahwa perempuan hanya bisa di rumah. Melalui pelatihan ini, mereka bisa belajar keterampilan praktis dan membuka peluang usaha sendiri,” ujarnya dalam siaran tertulis pada Selasa (11/11).
Tidak hanya pelatihan memasak, peserta juga diberikan pelatihan digital marketing melalui pembuatan konten promosi untuk usaha mereka dengan memanfaatkan teknologi aplikasi ChatGPT. Peserta bahkan ditantang membuka penjuala perdana atau open pre-order di hari tersebut dan mereka berhasil mendapat 127 pesanan.
Tak berhenti di hari itu saja, pelatihan dilanjutkan dengan pendampingan itensif selama tiga minggu. Program pelatihan ini mencakup pembuatan konten promosi, strategi pemasaran digital, serta sesi diskusi dan konsulatasi dengan para mento.
“Pendampingan ini diharapkan dapat membantu emak-emak menghadapi tantangan dalam membangun usaha kuliner,” jelasnya.
Pembina CLN, Dewi Montik menegaskan pentingnya semangat pantan menyerah dalam membangun usaha. Ia menceritakan jika ia sudah berjualan sejak usia sembilan, berawal dari hobinya memasak. Dari kebiasaan tersebut Dewi belajar bahwa keterampilan tidak akan pernah mati.
Dewi menambahkan, pengusaha kecil perlu memiliki mental kuat karena naik-turunnya usaha adalah hal yang wajar. Menurutnya resep sukses itu sederhana, asal mau berusaha dan konsisten.
“Yang penting disiplin, rendah hati, saling menghargai, dan taat aturan,” katanya.