Ikut Pelatihan Kewirausahaan Sandiaga Uno, Ibu-ibu Langsung Raup Ratusan Pesanan

UMKM – Suasana Workshop Perempuan Berdaya yang digelar di Depok pada 19 Agustus 2026. Workshop Perempuan Berdaya membekali peserta keterampilan mengolah frozen food hingga berhasil meraih pesanan ratusan pcs. 

Workshop Perempuan Berdaya yang digelar Yayasan Indonesia Setara (YIS) di Depok dan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasil nyata.

Tak hanya mendapatkan keterampilan mengolah makanan beku atau frozen food, sejumlah peserta bahkan telah menerima pesanan produk dengan jumlah mencapai ratusan buah.

Workshop Perempuan Berdaya yang digelar di Depok pada 19 Agustus 2026.

Para peserta mulai mempraktikkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan melalui produksi sekaligus pemasaran produk frozen food.

Dua peserta dengan jumlah PO terbanyak yakni Denny Rahayu sebanyak 245 pcs dan Melly sebanyak 210 pcs.

Dengan estimasi harga Rp8.000 per pcs, Denny Rahayu berpotensi memperoleh pendapatan sebesar Rp1.960.000, sedangkan Melly diperkirakan mendapatkan Rp1.680.000 dari pesanan tersebut.

Hasil serupa juga terlihat dalam workshop di Ciawi yang berlangsung pada 13 Agustus 2026 diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 20 peserta berhasil mendapatkan pesanan atau pre-order (PO) dengan total mencapai 2.090 pcs.

Dua peserta dengan jumlah pesanan terbanyak yakni Rahmawati dengan 231 pcs dan Vera sebanyak 186 pcs.

Dengan estimasi harga produk Rp5.000 per pcs, Rahmawati berpotensi mendapatkan pendapatan sebesar Rp1.155.000 dari pesanan tersebut. Sementara Vera diperkirakan memperoleh Rp930.000.

Sementara itu, Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan pemberdayaan perempuan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan keterampilan, tetapi juga keberanian untuk memulai dan mengembangkan usaha.

Menurutnya, pengalaman menerima pesanan menjadi salah satu tahapan penting bagi peserta untuk membangun mental kewirausahaan.

“Semangat kewirausahaan itu tumbuh ketika kita berani memulai, berani mencoba, dan tidak takut menghadapi tantangan. Pelatihan akan semakin bermakna ketika ilmu yang didapat langsung dipraktikkan menjadi produk yang bisa dijual,” ujar Sandiaga.

Ia mendorong para peserta untuk tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan, tetapi terus mengembangkan kualitas produk, memperluas pemasaran dan menjaga kepercayaan pelanggan.

“Jangan melihat pesanan pertama sebagai akhir, tetapi sebagai awal perjalanan. Dari satu pesanan, bisa tumbuh menjadi puluhan, ratusan, bahkan usaha yang lebih besar. Yang penting konsisten, kreatif dan terus belajar,” katanya.

Hasil yang dicapai peserta di Ciawi dan Depok memperlihatkan bahwa program pemberdayaan perempuan dapat memberikan dampak lebih nyata ketika pelatihan keterampilan diikuti dengan kesempatan memasarkan produk.

Peserta tidak hanya belajar membuat frozen food, tetapi juga memperoleh pengalaman mengembangkan produk, menerima pesanan, menghitung potensi pendapatan hingga membangun kepercayaan diri untuk menjalankan usaha.

Diungkapkannya, keberhasilan mendapatkan PO juga menjadi pengalaman awal untuk memahami proses bisnis secara langsung.

Mulai dari menentukan produk yang diminati, memperkirakan harga, memenuhi jumlah pesanan hingga memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tunaikan Zakat

Zakat yang Anda tunaikan, kebahagiaan yang mereka rasakan. Jangan biarkan hak mereka tertunda. Setiap rupiah yang anda sisihkan adalah senyum dan doa bagi mereka yang membutuhkan.

Tunaikan zakat anda dengan mudah dan aman :

BSI – 9600006007
An. Yayasan Indonesia Setara Center

Rekening Berhasil Di Salin