
Melalui program Disabilitaspreneur, Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar pelatihan merias bertajuk “Difabel Beauty Class” yang diikuti 30 peserta penyandang disabilitas. Kegiatan hasil kolaborasi dengan Yayasan Puspa Indah dan Sariayu Martha Tilaar di Transpark Mall Bintaro, Tangerang Selatan pada Selasa (22/7).
Tujuan utama pelatihan itu adalah untuk memberdayakan para penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan, salah satunya dalam bidang kecantikan. Founder YIS, Sandiaga Uno, ingin para peserta pelatihan mendapatkan keterampilan dasar di bidang kecantikan, seperti rias wajah (make up) dan perawatan kulit.
“Bangun harapan, buka peluang usaha. Program ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan kesetaraan dan kemandirian bagi para penyandang disabilitas,” ujar Sandiaga.

Selain memberikan pelatihan teknis, kegiatan itu juga bertujuan mendorong inklusi sosial dengan melibatkan difabel secara aktif dalam dunia industri kecantikan yang terbuka terhadap keberagaman. Ketua Tim Penggerak PKK Tangsel, Tini Indrayanthi Benyamin mendukung penuh program pemberdayaan kaum difabel itu.
Istri Wali Kota Tangerang Selatan tersebut berharap, pelatihan merias dapat membuka peluang usaha bagi warga Tangsel, khususnya para penyandang disabilitas. “Saya berharap pelatihan seperti ini membuka lebih banyak kesempatan bagi warga Tangsel, khususnya bagi para penyandang disabilitas, untuk terus berkarya dan berkembang,” ujar Tini.
Salah satu peserta, Dame, seorang penyandang disabilitas tuli, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti pelatihan merias. “Kesempatan kerja untuk tuli masih sangat minim. Harapannya ke depan, peluang kerja untuk teman-teman Tuli bisa lebih setara, termasuk untuk menjadi MUA (make up artist),” ungkapnya melalui juru bahasa isyarat.