
Program Perempuan Berdaya bertujuan mendorong kaum ibu-ibu bisa mandiri secara ekonomi.
Program Perempuan Berdaya yang digagas Yayasan Indonesia Setara (YIS) terus mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka peluang usaha bagi perempuan dengan memanfaatkan komoditas yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.
Salah satu pelatihan digelar di Kota Serang, Banten, pada 25 Mei 2026 bekerja sama dengan Rumah Sandiuno Indonesia.
Salah satu pelatihan digelar di Kota Serang, Banten, pada 25 Mei 2026, bekerja sama dengan Rumah Sandiuno Indonesia. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pelatihan mengolah pisang menjadi produk bernilai tambah.
Menurut Sandiaga, pemilihan komoditas pisang dilakukan karena tanaman tersebut merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha rumahan. Peserta dibekali keterampilan membuat pisang sale serta banana coin, camilan berbahan dasar pisang yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi dibandingkan buah segar.
“Hasil pelatihan tersebut, menunjukkan respons yang cukup positif dari peserta,” kata Sandiaga dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam waktu sekitar tiga jam setelah pelatihan, sejumlah peserta berhasil mendapatkan pesanan produk dalam jumlah signifikan.
Selain pelatihan produksi, peserta juga memperoleh pendampingan terkait perhitungan biaya produksi, strategi penentuan harga jual, hingga pengelolaan usaha sederhana agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan. Salah seorang peserta bernama Utami tercatat memperoleh pesanan sebanyak 300 produk dengan harga jual Rp 15 ribu per buah.
Dengan jumlah tersebut, potensi pendapatan yang bisa diperoleh mencapai Rp 4,5 juta. Sementara peserta lainnya, Nunung, berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 220 produk dengan potensi omzet sekitar Rp 3,3 juta.
“Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi perempuan dan keluarganya,” ujar Sandiaga.
Program serupa juga digelar di Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Komite Pencegahan Stunting Nasional terkait pelatihan membuat kue lumpur ayam dan banana choco bread.